KISAH MASA KECILKU

Kata Bundaku, ketika ayah dan bunda menikah mereka adalah pasangan yang serasi dan bahagia,dari segi keuangan bisa di bilang  Lumayan, Alhamdulillah.

Ayah bekerja pada sebuah LSM dan bunda tenaga honorer pada Puskesmas Kecamatan. Ketika itu ponsel baru mulai banyak di pakai di kampung-kampung kebetulan kami tinggal di kampung, ayah dan bumda membuka conter isi pulsa dan asesoris termyata laku keras maka keuntungannya melebihi gaji ayah kerja di lsm.

Bunda di conter sambilan jual obat dan perlengkapan bayi maka bertambah-tambahlah rezeki ayah dan bunda, bisa di bilang ayah dan bundaku dulu orang kaya sikit.

Sayang seribu kali sayang ayah dan bundaku jadi orang kaya tapi tidak punya anak maka sibuklah berobat kesana kemari bunda bilang, tak berarti banyak uang tapi tak punya anak. Bertahun-tahun berobat dan berdoa tapi tidak juga anak yang di harapkan lahir kedunia.

Tahun ketujuh baru ada tanda-tanda ayah dan bunda akan punya anak, hari bahagia yang di tunggu-tunggu datang juga tepat pada malam ke tiga hari raya Aidil Fitri tahun 2012 lahirlah seorang putri kecil kedunia,!!!  itulah aku. Maka kebahagiaan ayah dan dan bunda semakin bertambah.

Kasih sayang tercurah kepada putri kecil yang sangat di ridukan hingga satu rumah memanjakanku aku diperlakukan bak putri raja, semua kebutuhanku dipenuhi.

Anak adalah rezeki untuk sebuah keluarga, ayah bundaku sangat bahagia dihadiahkan seorang anak yang sehat. Namun seperti yang saya sebutkan diatas ayah dan bundaku orang kaya.

Mungkin dengan mendapat "hadiah" seorang anak rezeki lain agak menjauh, conter ponsel mulai jarang yang belanja, obat-obatan dan perlengkapan bayi begitu juga.

Aku dan Bunda

Ayah yang dulu kerja pada sebuah lsm sudah habis kontrak kerja. Namun ayah dan bunda tetap berusaha sambil berdoa.

Hingga pada tahun 2014 bunda yang seorang honorer pada puskesmas diangkat menjadi PNS, ekonomi keluarga sudah agak membaik hingga aku tumbuh sehat.

Dengan diangkatnya bunda jadi PNS dan ayah juga sudah bekerja lagi berlahan-lahan ekonomi keluarga membaik hingga aku masuk TK (taman kanak-kanak), sekolah dan mengaji menjadi prioritas utama ayah dan bunda.

Saat sekolah tk aku di bujuk dan dirayu agar menjadi orang yang berani tampil untuk menghilangkan rasa takut karena aku memang dikenal penakut. Bicara dengan orang saja aku sangat takut,
Alhamdulillah..... berkat bujuk rayu ayah dan bunda aku berani masuk dalam grup tarian untuk perpisahan tamat  sekolah tk.

Sekian dulu sebagai pengantar dariku,kini aku sudah sekolah SD tentu harus lebih berani  lagi seperti berani untuk buat blog ini.

untuk menjadi teman memang kita harus mengenal dulu siapa yang akan menjadi teman kita.

Kedepan kita sambung dan bertukar cerita lagi ya ?.

Wassalam.








Komentar